Soal Dugaan Oknum Kepala Dinas Tidak Netral, Pemerhati Minta Bawaslu Karawang Jangan Diem Diem Bae

0
197

KARAWANG – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang , netralitas abdi negara seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup pemerintahan daerah Kabupaten Karawang kerap menjadi sorotan publik.

Pasalnya, institusi tersebut diduga kerap terlibat langsung dalam politik praktis, diantaranya mendukung salah satu pasangan calon (Paslon) tertentu.

Salah satunya adalah dugaan ketidaknetralan seorang oknum Kepala Dinas yang dengan terang – terangan mengajak warga masyarakat disekitar tempat tinggalnya untuk memenangkan salah satu paslon dengan berkedok menggelar kegiatan pengajian.

“Kalau ngaji ya ngaji, jangan disisipi kampanye, ini jelas tidak dipantas, jika memang dugaan bahwa pejabat ini mengajak masyarakat memenangkan salah satu paslon melalui pengajian dirumahnya itu benar adanya,”kata Pemerhati Politik dan Pemerintahan Kabupaten Karawang, Asep Agustian, SH.,MH., Sabtu (17/10/2020).

“PNS itu jangan berpolitik Praktis, harus netral, apalagi ini diduga dilakukan oknum kepala dinas yang seharusnya menjadi contoh dan panutan yang baik bagi bawahannya,”ujarnya menyesalkan.

Dikatakan Asep, masyarakat Karawang itu bukanlah masyarakat yang bodoh dan tidak mengerti apa – apa, jadi meskipun oknum kepala dinas itu dengan sengaja mengambil segala resikonya, kemudian ia melawan hukum dengan menunjukan keberpihakannya di Pilkada ini, masyarakat belum tentu mendengarkan apa ajakannya.

“Masyarakat juga pasti menyikapinya kok ini pengajian arahnya kok dibawa kampanye ?, Karena pengajian adalah pengajian untuk berdoa dan menyampaikan ajaran- Nya, bukan dijadikan kedok untuk berkampanye dan memenangkan salah satu Paslon,”ungkapnya.

Disisi lain, Asep juga mengaku heran , mengapa ustad atau pemimpin pengajian diacara tersebut mau saja seperti Kerbau Dicocok Hidungnya diperintahkan untuk berkampanye.

“Itu jelas tidak boleh, ini jelas disisipi, janganlah seperti itu PNS bekerja saja jangan ikut – ikutan berpolitik. Bekerja saja dengan prestasi karena siapapun bupatinya jika memang ia bisa bekerja dengan baik pasti akan dipakai,” kata Asep.

Lebih lanjut Asep pun menyinggung peran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu ) Kabupaten Karawang yang bagaimana bisa tidak mengetahui adanya kegiatan pengajian berkedok kampanye yang diduga dilakukan dirumah seorang oknum kepala dinas tersebut.

“Bukankah tingkatan Bawaslu itu sampai ke Pengawas Kelurahan/Desa, lalu kok bisa dibiarkan ya, pengawasannya seperti apa , ini jelas kinerja Bawaslu Karawang patut dipertanyakan ,” tandas Asep.

“Aneh Bawaslu ini, integritas kerjanya mana
?, Kegiatan semencolok ini tidak tahu,” ucapnya kesal.

Asep pun gamblang menuturkan Bawaslu Karawang harusnya sigap dan segera menindaklanjuti vidio yang viral tersebut. Tanpa harus menunggu adanya pihak yang melaporkan.

“Kan ada Laporan Informasi yang dasarnya bisa diambil dari hasil pemberitaan media atau media sosial. Jika memang Bawaslu tidak ada sebuah kepentingan, tindaklanjuti dong , segera lakukan pemanggilan klarifikasi kaitan vidio tersebut jangan cuma diem diem bae,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dugaan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini muncul setelah beredarnya video kegiatan pengajian yang diduga digelar disalah satu rumah pribadi milik seorang Kepala Dinas.

Dalam video yang berdurasi 44 detik tersebut nampak warga masyarakat sekitar yang hadir dalam acara pengajian itu meng- Aminkan doa yang dipimpin oleh seorang ustad.

Di video tersebut juga terdengar suara ustad atau sang pemimpin doa dalam acara pengajian yang berlangsung malam hari tersebut mengajak para jamaah yang hadir mendoakan salah satu pasangan calon di Pilkada Karawang.

Bahkan dengan suara lantang sang pemimpin doa mengajak warga yang hadir untuk memenangkan pasangan calon tersebut.

“Mudah – mudahan Untuk Karawang semua kita punya calon agar ibu Hajjah Cellica Nurrachadianna dan Bapak Haji Aep diberikan kemenangan saudara sekalian,” ujar sang pemimpin doa dalam vidio itu.

“Dan mudah – mudahan yang ada di sini semuanya nomor 2 !, siap !, siap memenangkan nomor 2 !, siap memenangkan H. Aep !, siap memenangkan Hajjah Cellica !, Lanjutkan !, Karawang Untuk Semua !, Al – Fatihah,” ajaknya lagi seraya setengah berorasi.(CR1)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here