Diduga Intimidasi Karyawannya, PT. Matsuo Diadukan Ke Polres Metro Bekasi

M Gary Gagarin SH.,MH., Pengacara Imamudin

Onediginews.com – Perusahaan yang bergerak dibidang industri Komponen Automotive, PT Matsuo Precision Indonesia diduga telah mengintimidasi seorang karyawannya yang bernama Imamudin.

Imamudin, warga asli Bekasi, yang telah mengabdi di perusahaan tersebut selama 8 tahun lamanya, dari tahun 2016 lalu, mengaku telah di intimidasi dan diperlakukan tidak baik, sebagaimana mestinya oleh pihak Perusahaan.

Kepada Onediginews.com, Melalui Kuasa Hukumnya, M Gary Gagarin, SH.,MH., Ia pun membeberkan permasalahan yang sedang dihadapinya itu.

“Permasalahan yang terjadi antara klien saya (Imamudin, Red) dengan pihak perusahaan (PT. Matsuo Precision Indonesia, Red) berawal dari tahun 2016 dimana pada saat itu klien saya menjadi pengurus serikat pekerja di Perusahaan tersebut. Nah, Sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini klien saya merasa banyak mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari pihak perusahaan,” kata Gary mengungkapkan.

Lebih lanjut Gary mengatakan, intimidasi dari pihak perusahaan kepada kliennya (Imamudin, Red), diduga dilakukan sebagai bentuk ketidaksukaan pihak perusahaan terhadap kliennya yang menjadi serikat pekerja di perusahaan yang berada di Kawasan Industri GIIC, Lippo Cikarang Bekasi, Jawa Barat.

Dugaan intimidasi tersebut antara lain, dipaparkan Gary, yakni, posisi pekerjaan kliennya yang sudah beberapa kali dipindah-pindah. Bahkan menurutnya terakhir ditempatkan pada posisi pekerjaan yang tidak memiliki skill.

“Klien kami ini selama bekerja, tidak pernah mendapatkan penilaian baik dari pihak perusahaan, dan 2 tahun terakhir ini mendapatkan nilai D dan E, dan itu berpengaruh terhadap kenaikan gaji dan bonus tahunan,” jelasnya.

Selain itu ditambahkan Gary, kliennya sudah mendapatkan Surat Peringatan (SP) sebanyak 3 kali dari pihak perusahaan. Padahal tingkat kesalahannya sangat lemah dan bahkan juga ada yang melakukan kesalahan serupa tetapi tidak mendapatkan teguran dan surat peringatan apapun dari perusahaan.

“Klien saya ini ingin agar perusahaan memberikan pesangon sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan jika memang perusahaan sudah tidak suka dengan keberadaan klien saya di perusahaan,” tandas Gary, yang juga menjabat sebagai Kaprodi Fakultas Hukum di Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, ini.

Namun dari hasil Bipartit dengan pihak perusahaan, ungkapnya, PT Matsuo hanya akan memberikan nilai pesangon sama dengan “pengunduran diri”. Yang pada akhirnya terjadi deadlock atau belum ada kesepakatan sampai saat ini.

Atas hal tersebut, akhirnya diungkapkan Gary lagi, pihaknya sudah melayangkan surat resmi ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi untuk dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan ini.

” dan kami juga sudah membuat Laporan Pengaduan ke Polres Metro Bekasi terkait adanya dugaan tindak pidana Union Busting yang diduga dilakukan oleh pihak perusahaan,”pungkasnya.(NN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here