Buruh: Triliunan Rupiah Uang Kami Telah Dirampok!

61 views
BPJS Ketenagakerjaan : Dokumen

JAKARTA – ONEDIGINEWS.COM – BPJS Ketenagakerjaan diduga melakukan korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan dan dana investasi. Dalam hal ini, Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah menggeledah kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Sejumlah pejabat dan karyawan juga sedang diperiksa sebagai saksi atas pengajuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menanggapi hal tersebut, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan ini adalah berkategori pelanggaran berat dan patut diduga sebagai mega korupsi sepanjang BPJS Ketenagakerjaan berdiri, bahkan sebelumnya bernama Jamsostek.

“Bilamana dugaan korupsi ini terbukti dari hasil penyelidikan Kejaksaan Agung, berarti uang buruh Indonesia telah dirampok oleh “pejabat berdasi” para pimpinan yang ada di BPJS ketenagakerjaaan,” kata Presiden KSPI Said Iqbal lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Oleh karena itu, katanya, KSPI mengutuk keras dan meminta pemeriksaan terhadap dugaan skandal mega korupsi triliunan Rupiah uang buruh yang ada di BPJS Ketenagakerjaan oleh Kejagung dibuka secara transparan.

Ia menuturkan, KSPI mendukung penuh langkah-langkah yang akan diambil oleh Kejaksaan Agung berkaitan dengan dugaan skandal mega korupsi. Selanjutnya, KSPI meminta Kejaksaan Agung untuk mencekal Direktur Utama dan para Direksi BPJS Ketenagakerjaan agar tidak bepergian ke luar negeri selama proses penyelidikan, terhitung mulai hari ini (20 Januari 2021).

Lebih lanjut, kata Said Iqbal, KSPI juga mendesak Dirjen Imigrasi untuk mencekal Dirut BPJS Ketenagakerjaan, bilamana akan pergi ke luar negeri.

“KSPI akan mengerahkan puluhan ribu buruh berbondong-bondong di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk mendatangi semua kantor cabang di kab/kota dan kantor-kantpr wilayah BPJS Ketenagakerjaan di seluruh wilayah Indonesia untuk menanyakan keberadaan triliunan Rupiah uang buruh yang diduga dikorupsi di BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Said Iqbal.

Ia menambahkan, pihaknya memberikan waktu 7 x 24 jam kepada BPJS Ketenagakerjaan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah untuk memberikan jawaban dan penjelasan atas fakta-fakta terhadap dugaan korupsi triliunan Rupiah uang buruh di BPJS Ketenagakerjaan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here