Kejari Karawang Dalami Dugaan Korupsi di Kampus Unsika

225 views
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Karawang, Dannie

Karawang, Onediginews.com – Proyek pembangunan gedung Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang tak kunjung selesai dan menelan anggaran sampai miliaran rupiah akhirnya dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Rohayatie melalui Kasi Pidsus, Dannie mengaku sudah menerima laporan atas pembangunan gedung unsika. Meski tak menerangkan soal waktu laporan tersebut, pihaknya tetap akan melaksanakan tugas degan semestinya.

“Memang ada laporan terkait soal pembangunan gedung fasilom unsika, dan kita sudah terima laporannya,” ucapnya.

Dannie juga menjelaskan bahwa dalam proses menindaklanjuti kasus tersebut tidak sembarang. Ada beberapa prosedur yang harus yang dilakukan. Pertama akan dilakukan kebenaran soal laporan tersebut kepada pihak yang bersangkutan.

“Setelah laporan kita terima, sampai saat ini kita baru melakukan tahap klarifikasi kepada yang berkaitan,” terangnya.

Sebelumnya Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mendesak pihak Rektorat Unsika untuk segera menyelesaikan pembangunan gedung Fasilkom yang hingga saat ini masih belum bisa digunakan.

Mantan Ketua BEM fakultas ilmu komputer, Andy Yudithio mengatakan pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Komputer Universitas Singaperbangsa Karawang tidak sesuai dengan perjanjian awal. Gedung yang rencananya digunakan untuk belajar siswa ditargetkan akan rampung pada Juni 2019.

“Terhitung sejak akhir tahun 2018, pembangunan Gedung Fasilkom mulai dilakukan, tapi tidak kunjung bisa digunakan,” ucapnya.

Menurut Andy, mahasiswa merasa dirugikan karena gedung yang di janjikan belum juga bisa digunakan. Padahal, mahasiswa dituntut untuk selalu tepat waktu dalam membayar Uang Kuliah Tunggal pada tiap awal semester, tapi para mahasiswa tidak mendapatkan hak untuk mempunyai tempat belajar mengajar.

“Perjanjian pihak Rektorat Unsika dengan vendor menyatakan pembangunan Gedung Fasilkom akan rampung pada bulan Juni . Lalu terjadi perjanjian ulang, bahwa gedung selesai pada akhir bulan Agustus,” ungkapnya.

Upaya mahasiswa Fisilkom untuk menuntut haknya terus dilakukan dengan mengadakan audiensi antara Ormawa Fasilkom dengan pihak vendor guna mengetahui alasan keterlambatan pembangunan gedung.

“Dalam audiensi tersebut menghasilkan jawaban mengapa terjadi keterlambatan karena terhambatnya dana dari pihak Rektorat Kampus. Dana yang keluar tidak sesuai dengan perjanjian awal antara pihak kampus dan vendor,” ungkapnya.

Diakui Andy, pihaknya baru mengetahui jika gedung Fasilkom ini telah dibangun oleh beberapa vendor yang berbeda, karena pada vendor sebelumnya didapati beberapa oknum yang menjual bahan material bangunan.

“Selain itu beberapa kesalahan lainnya adalah terdapat bagian-bagian gedung yang tidak sesuai dengan desain yang dilampirkan,” tandasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here