Tercatat di MURI, Cianjur Jadi Saksi Kaulinan Tradisional

19 views
Ketua Jabar Bergerak, Atalia Praratya Ridwan Kami bersama Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman memainkan permainan tradisional di Pendopo Pancaniti.

Cianjur, Onediginews.com – Pelaksanaan mencatat Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam memainkan permainan tradisional dilakukan serentak dengan peserta sebanyak 35.483 dari 8.387 sekolah dan 44 lembaga.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Jabar Bergerak Kabupaten Cianjur pada Rabu (7/4/2021). Di luar dugaan, peserta pun membeludak, bahkan saat pendaftaran ditutup pun masih ada peserta yang mengikuti dan ini melampaui target yang diharapkan panitia.

MURI mencatat, kegiatan ini sebagai kegiatan penyelenggaraan kegiatan permainan atau kaulinan tradisional secara virtual terbesar di tanah air. Kick off puncak acara pencatatan rekor dipusatkan di Taman Pancaniti Pendopo Bupati Kabupaten Cianjur yang turut dihadiri tokoh nasional dan Jawa Barat dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Puncak acara Pemecahan Rekor MURI Permainan Tradisional Anak secara Virtual tersebut diberikan langsung oleh pihak MURI kepada Jabar Bergerak Cianjur, Pemda Kabupaten Cianjur dan Jabar Bergerak Pusat,” ujar Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Cianjur, dr Yusuf Nugraha.

Lanjutnya, beberapa jenis permaianan yang ditampilkan antara lain Permainan Sondah atau Engle (1.905 video), Spintrong (1.031 video) , Oray-orayan (1.086 video), Bebentengan (644 video), Bakiak (687 video), Egrang (479 video) dan permainan atau kaulinan lain-lain (2.555 video). Peserta berasal dari 20 kabupaten kotan di Jawa Barat antara lain Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Kota Sukabumi, Bandung Barat, Bandung, Kuningan, Kota Bogor, Bogor, Garut, Cirebon, Kota Bandung, Sumedang, Kota Cirebon, Kota Depok, Majalengka, Indramayu, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Tasikmalaya dan Kota Bekasi.

“Kabupaten Cianjur merupakan pengirim peserta terbanyak yakni 13.761 peserta
disusul Kabupaten Sukabumi 11.908 peserta. Menariknya kegiatan tersebut juga
diikuti oleh murid-murid Sekolah Luar Biasa antara lain SLB ABC Bina Bangsa, SLB A-B Bina Asih, SLB Permata Ciranjang, SLB Negeri Sukanagara, SLB Negeri Kota Depok, SLB Insan Mandiri Depok, SLB Mekar Sari, SLB C Bina Asih dan SLB B-C Purnama,” ungkapnya.

Acara Kick Off Jabar Bergerak Cianjur semakin meriah, karena pada saat itu juga
diadakan peluncuran aplikasi Atalia Jabar Bergerak Cianjur (Ayo Tekan
Tombol Siaga Jabar Bergerak Cianjur) dimana masyarakat Cianjur khusunya dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk menyampaikan pengaduan, konsultasi termasuk kondisi darurat yang terjadi di masyarakat.

“Selain itu diluncurkan juga Program Gadis Cianjur (Gali Destinasi dan Potensi
Cianjur) melalui pembukaan lomba konten video dengan peserta dari setiap
kecamatan di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dalam rangka menggali destinasi dan potensi setiap kecamatan. Dengan harapan dapat meningkatkan promosi setiap destinasi dan potensi yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur sehingga dapat berdampak pada dunia pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Pada hari itu juga dilakukan pembukaan Program Opak Cianjur (Organisasi
Pesat Jabar Bergerak Cianjur). Berupa open recruitment anggota baru relawan
Jabar Bergerak Cianjur serta pembentukan kepengurusan Jabar Bergerak Cianjur hingga tingkat kecamatan.

Dalam acara yang dihadiri Ketua Umum Jabar Bergerak Pusat, Atalia Praratya
Ridwan Kamil, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cianjur, tokoh
masyarakat, para seniman, budayawan Jabar dan Cianjur tersebut.

Jabar Bergerak Cianjur juga memberikan penghargaan kepada para relawan Jabar Bergerak Cianjur yang selama ini telah banyak berjasa dan memberikan kontribusi serta dedikasinya kepada masyarakat.

“Tidak hanya itu Jabar Bergerak Cianjur juga memberikan penghargaan kepada
sejumlah tokoh di Kabupaten Cianjur yang telah berjasa dan menorehkan prestasi
untuk Kabupaten Cianjur dalam bidang agama, kesehatan, lingkungan, budaya dan pendidikan.” tambahnya.

Panitia menegaskan acara dan seluruh hadirin pada acara tersebut tetap
melaksanakan protokol kesehatan. Dimana panitia telah menyiapkan pos kesehatan pemeriksaan swab bagi tamu yang hadir, menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan. Pungkasnya. (Heru Ag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here