Bertanam Kopi di Puncak Sempur ! Antisipasi Longsor, Saepul Riki Bangun Dinding Batu dan Tanam Pohon Penahan Erosi

390
Pemilik Lahan H. Saepul Riki

Karawang, Onediginews.com – Saepul Riki akhirnya angkat bicara terkait permasalahan proyek pengerjaan wisata alam Glamour Camping (Glamping), di kawasan Puncak Sempur, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang sempat viral mencuri perhatian publik beberapa waktu lalu, karena didatangi Anggota DPR RI Dedi Mulyadi.

Saepul Riki pemilik lahan kepada Onediginews.com dikantornya, Senin (6/9/3021) mengatakan bahwa pada awalnya ia memang berencana akan membangun Glamour Camping atau Wisata Glamping di Puncak Sempur.

Namun setelah dilakukan pengkajian yang matang, ia menyadari pembangunan wisata Glamping ini membutuhkan permodalan yang besar dan perijinan yang banyak. Oleh karenanya, ia pun memutuskan untuk menundanya terlebih dahulu dan menggantinya dengan bertanam kopi.

“memang ada dalam wacana, bahwa kita memang akan membangun tempat wisata Glamour Camping disana. Namun kita menundanya dan akan kita mulai bangun jika kedua hal tadi ( Modal dan Ijin, Red) sudah terpenuhi,” kata Saepul Riki yang akrab disapa H. Riki ini menjelaskan.

“Dan sambil kita menunggu permodalan dan perijinan, karena lahannya sudah ada maka kita memutuskan bertanam kopi. Dan untuk penanaman kopi ini kita sudah memiliki ijin yang lengkap,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut diterangkannya, dalam bertanam kopi ini, demi efesiensi dan mempermudah pengerjaan pihaknya memutuskan untuk menggunakan alat berat eskavator, karena kontur awal tanah yang begitu terjal dan hanya ditanami alang -alang serta pohon pisang.

“Karenanya kita membuat terasering, karena tidak mungkin kita melakukan penanaman dengan kondisi kemiringan tanah 180 derajat. Dan tanah apapun yang ada disana tidak kita buang keluar. Tetapi kita tata dan benahi sesuai dengan tanah yang ada disana,” terang Saepul Riki.

Bentuk antisipasi terjadinya longsor pun sudah ia lakukan, diantaranya dengan menanami lahan tersebut, pohon -pohon penahan erosi. Seperti misalnya, Akar wangi, dan damar. Selain itu, Saepul Riki menuturkan pihaknya juga sudah membuat dinding -dinding batu penahan tanah.

“Yang jelas kami sudah melakukan antisipasi agar dimusim penghujan ini tidak ada longsor. Saya sudah mempersiapkan 25000 bibit pohon dan yang sudah ditanam ada sekitar 6000 bibit,” ujarnya menyebutkan.

“Kalau untuk kegiatan menggunakan alat berat kita sudah hentikan, sejak Pak Dedi Mulyadi kesana. Tapi kalau penataan memang kita tidak akan hentikan,” ucap Saepul Riki.

Kalau pun kemudian dirinya harus berhenti, Saepul Riki menegaskan, pihaknya meminta surat pemberhentian secara resmi.

“Karena jika apa yang saya lakukan sekarang ini belum selesai, kemudian sudah dihentikan. Lalu ada kejadian berarti bukan salah saya dong,” tegasnya.

“Kaitan soal ijin penataan yang saya lakukan ini, saya pun masih bertanya – tanya ijin apa yang harus saya tempuh. Karena ini lahan saya pribadi dan ijin berusaha perkebunan kopi pun saya sudah ada,” kembali Saepul Riki menandaskan.

Terakhir Ia mengatakan, Luas lahan yang sedang ditata saat ini dan rata itu bukan punya hanya miliknya semua.

“saya cuma punya 6000 meter, 4000 meter dan 10000 meter, yang lainnya punya orang. Tanah diatas yang sudah digundul ada 15 hektar dan punya saya hanya 2 hektar. Itu pun tidak satu hamparan. Namun berspot -spot,” tutupnya.

Sebelumnya, Dilansir dari unggahan Dedi Mulyadi di channel YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, pada Senin (31/8/2021) yang berhasil menyita perhatian publik.

Dedi Mulyadi nampak mendatangi proyek pengerjaan wisata alam Glamour Camping (Glamping), di kawasan Puncak Sempur, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.

“Saya sih gak niat liat ini ya, saya sih mau ke Sanggabuana tapi liat ini, saya ngeri,” kata Dedi dalam vidionya yang berdurasi 27.35 menit tersebut.

Dalam vidionya, Dedi Mulyadi bertanya kepada seorang pria berbadan gemuk berbaju merah, kaitan proyek wisata yang dibangun di atas puncak bukit sempur dengan cara memangkas pohon yang ada di sekitar lahan.

“proyek apa pak,” tanya Dedi.

Pria tersebut menjawab bahwa proyek tersebut rencananya untuk membuat wisata alam Galmping.

“Ini rawan longsor loh pak, ini kan posisinya di puncak lagi, kalo nanti ada bencana, ke bawah ini bisa bahaya,” kata Dedi Mulyadi lagi.

Dedi Mulyadi juga menanyakan apa proyek pembangunan wisata glamping tersebut sudah ada ijin atau belum. Pria berbaju merah menjawab belum ada ijin dan masih sedang dalam proses.

“Belum, masih dalam proses,” ungkapnya.

Tak ayal, Dedi Mulyadi pun menanyakan siapa Bos- nya (  Pemilik Wisata Glamping tersebut, Red), sang pria menyebut nama Haji Riki orang Karawang.

Disoal Dedi Mulyadi lebih lanjut mengenai ijin dari Bupati. Pria itu menjawab tidak tahu.

“belum jelas,  kalo dari bupati,” ucap sang pria singkat.

Dalam videonya, Dedi Mulyadi menegaskan seharusnya pihak pengelola jangan terlebih dahulu melakukan pekerjaan kalau ijinnya belum keluar. (Nina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here