Monday, July 15, 2024
HomeBeritaGegara Belum Bayar Pungutan Bangku dan Meja, SDN Duren 2 Diduga Suruh...

Gegara Belum Bayar Pungutan Bangku dan Meja, SDN Duren 2 Diduga Suruh Anak Duduk di Lantai

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Kasian sekali seorang siswa SDN Duren II, Kecamatan Klari, hanya karena belum membayar uang pungutan bangku dan meja, anak tersebut diduga harus duduk dilantai.

Berdalih untuk membeli bangku dan meja dan dirapatkan melalui komite sekolah, sekolah tersebut memungut uang sebesar Rp. 370 ribu kepada seluruh siswa baru kelas 1.

Hal itu sebagaimana disampaikan seorang wali murid, yang tidak ingin dipublikasikan namanya.

Wali murid tersebut, mengeluhkan pungutan yang diminta pihak sekolah, sebesar Rp. 370 ribu untuk pembelian meja dan bangku. Menurutnya, pungutan itu sangat memberatkan dirinya.

“Pungutan tersebut harus segera dilunasi akhir Bulan Agustus ini, karena belum bayar anak saya duduk di lantai,” keluhnya, sebagaimana dikutip dari delik.co.id, Kamis (31/8/2023).

Ia mengungkapkan, dalam satu kelas jumlah siswa kelas 1 ada sekitar 30 siswa sementara kelas 1 ada dua rombel, jadi semuanya ada sekitar 60 siswa.

“Tinggal dihitung aja semuanya jadi berapa, padahal sekolah itu kan dapat bantuan BOS dari pemerintah,” ucapnya.

Seperti diketahui, SDN Duren II Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat,  merupakan sekolah negeri yang mendapat sokongan dana dari APBD Kabupaten Karawang dan dana bantuan operasional sekolah untuk melengkapi sarana dan prasarana demi kenyamanan siswa-siswinya untuk belajar. Sontak pungutan tersebut menjadi buah bibir di kalangan para wali murid.

Sementara itu, Seorang guru mengaku bernama Dewi tidak mengelak atau membenarkan memang ada pungutan sebesar Rp.370 ribu untuk pembelian meja dan bangku dan keputusan pungutan itu diambil melalui rapat antara komite sekolah dan para wali murid kelas 1

“Kan sekarang lagi ada pembangunan gedung baru, pasti kami dari pihak sekolah memerlukan kursi dan meja baru karena yang lama sudah rusak,” dalihnya, Senin (29/8/2023) kepada delik.co.id.

Ketika awak media meminta untuk dipertemukan dengan kepala sekolah dan komite sekolah, Dewi mengatakan bahwa kedua orang tersebut sedang tidak ada di sekolah.

“Pak kepala sekolah barusan saja keluar, nanti saya sampaikan ke beliau kalau ada media ingin bertemu,” ucapnya.

Hingga berita ini rilis pada Rabu (31/8/2023) tidak ada klarifikasi dari pihak kepala sekolah dan atau komite sekolah.

Terpisah, Ketua Korwilcambidik Klari, H. Hasan ketika dimintai tanggapannya terkait permasalahan SDN Duren II Klari, melalui pesan Whatsappnya mengatakan jika dirinya sedang sakit.

 

Red

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments