Monday, July 22, 2024
HomeBeritaJanji Diarug Lagi, Lahan Kuburan Warga Malah Jadi Lintas Angkut Truk Galian,...

Janji Diarug Lagi, Lahan Kuburan Warga Malah Jadi Lintas Angkut Truk Galian, Warga Ancam Aksi Besar-besaran

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Puluhan Warga Perumahan Bumi Purwasari Residence (BPR), Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melakukan aksi protes dengan menutup akses jalan angkutan galian tanah yang melintasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik mereka.

Aksi protes warga tersebut dilakukan, karena yang menjadi akses jalan keluar masuk truk pengangkut galian tanah yang berada disekitarnya itu adalah lahan pekuburan milik mereka (warga ) yang belum lama ini disepakati dengan membuat surat pernyataan bahwa lahan TPU mereka seluas 18.848 Hektar tersebut akan diarug kembali.

Aktifitas galian tersebut nampak masih terlihat aktif, pada Sabtu (28/10/2023). Sehingga Warga pun menjadi sangat geram, terlebih janji besok (sehari sesudah kesepakatan dengan surat pernyataan dibuat antara pihak perwakilan pengembang dengan koordinator lapangan atau Rabu 25 Oktober 2023) tak juga kunjung dikerjakan.

Mereka diduga telah ingkar janji, padahal surat pernyataan tersebut dibuat dengan disaksikan aparatur pemerintahan desa dan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Pemerintahan Kecamatan Purwasari.

Sungguh ironis, pengarugan kembali lahan kuburan yang dikeruk berlebihan oleh oknum koordinator pelaksana dengan dalih penataan pemakaman umum tersebut nampaknya hanya sekedar janji hitam diatas putih, belum ada realisasi dari pihak yang bertanggungjawab.

“Kita hari ini menutup jalan, karena belum ada realisasi pengurugan tanah ke TPU, tetapi jalur tanah kita, dipakai lintas untuk membawa tanah ke tempat lain,” ungkap Sigit warga Perumahan BPR pada awak media, sebagaimana dilansir dari karawangnews.com .

“Belum ada realisasi pengurugan TPU kembali sampai saat ini, kita menuntut hak kita,”tegasnya.

Sigit menegaskan, warga yang melakukan penutupan jalan akan terus bertahan, juga akan membawa aksinya yang lebih besar.

Ia juga menandaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemilik galian tanah warga, dan pihak pemilik galian mengaku belum ada penyelesaian (pembayaran ) sewa alat berat milik mereka dari Koordinator Pelaksana Oman Haryanto, maka mereka meminta melintas lewat jalan TPU ini.

Kemudian pada kesempatan itu Sigit juga mengingatkan secara tegas, untuk pengusaha galian tanah jangan melakukan tindakan yang berlebihan dengan mengambil hak yang bukan miliknya.

“Dengan kejadian ini harus jadi pemikiran bagi pengusaha galian tanah agar tidak sewenang-wenang, jangan mengambil hak orang lain,” tandasnya.

Sebelumnya, Bermula dari aduan warga masyarakat Perumahan Bumi Purwasari Residence (BPR) kepada pihak pemerintahan Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan adanya dugaan praktik galian tanah ilegal di lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik warga tersebut.

Pihak pengembang perumahan melalui melalui Divisi Hukum dan Perizinan DPD APERSI Jawa Barat, Ujang Suhana SH., dimapingi Camat Kecamatan Purwasari, Muhana, Kepala Desa Sukasari, Aan beserta jajaran aparatur Desa Sukasari menggelar musyawarah bersama dengan Puluhan Kepala Keluarga warga Perumahan Bumi Purwasari Residence (BPR), bertempat di Halaman Kantor Desa Sukasari, Selasa malam lalu, (24/10/2023).

Dalam giat musyawarah yang sudah ketiga kalinya ini, Ujang Suhana selaku pihak yang memberikan tugas Pembersihan Lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) kepada Oman Haryanto, ( sebagai Koordinator Lapangan), dalam kesempatan tersebut membantah bahwa dirinya telah memerintahkan atau mengizinkan, Oman Haryanto melakukan galian atas tanah makam milik warga Perum BPR, yang asetnya sudah diserahterimakan kepada Pemkab Karawang itu.

Dihadapan seluruh warga yang hadir, Ujang membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat permohonan Pembersihan Lahan TPU kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Karawang. Hal tersebut dilakukannya atas dasar permohonan warga yang mengadu kepada dirinya, bahwa lahan pemakaman yang merupakan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos Fasum) dari Perumahan BPR belum layak digunakan, karena kondisi lahan seluas 18.848 meter² itu dipenuhi oleh rumpunan pohon bambu.

Atas dasar hal itulah, lanjut Ujang Suhana, ia pun mengajukan surat permohonan bersama sejumlah dokumentasi kondisi awal lahan TPU tersebut, yang kemudian disetujui oleh Dinas PRKP melalui Bidang Prasana, Sarana dan Utilitas, dengan syarat, lahan tetap sesuai pada fungsinya, sampah-sampah untuk dibersihkan, dan batas-batas pemilik tidak berubah.

Menyikapi desakan warga, Ujang Suhana pun menegaskan, pihaknya akan bertanggungjawab sesuai dengan apa yang diminta warga.

“Saya tidak akan menyalahkan kepada siapa- siapa, tetapi tetap kami harus bertanggungjawab. Oleh karena itu, saya meminta pak Oman untuk segera mengerjakan pengarugan kembali lahan TPU besok. Tanah itu akan kami arug kembali!,” tegas Ujang Suhana.

“Ini harus dipertanggungjawabkan dengan tim, dan harus secapatnya diselesaikan. Saya juga meminta kepada warga Perum BPR untuk sama-sama mengawasi, supaya ada ketegasan saat pengerjaan dilapangan. Saya minta pak Oman malam ini, berkomitmen menata rapih kembali lahan TPU tersebut, Dan pak Oman sudah menyanggupi, malam ini tidak ada kata lain,pertanggungjawaban penuh harus diselesaikan. Dan kami akan melakukan pengarugan dengan tanah yang sama yang ada disebelahnya,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Oman Haryanto memastikan mulai besok, ia akan mulai melakukan pekerjaan.

“Saya bertanggungjawab, yang penting kondusif dan bisa dipantau oleh bapak- bapak semua,” singkat Oman Haryanto ketika diminta warga untuk bicara.

Terpantau untuk beberapa waktu, Ujang Suhana dan Oman Haryanto membuat surat pernyataan dengan disaksikan warga dan aparatur pemerintahan baik Kecamatan maupun Desa.

Dalam surat tersebut, warga meminta pembersihan dan penataan lahan TPU Perum BPR yang terletak di Desa Karangsari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang untuk diarug kembali sebagai tanah makam selama kurun waktu 45 hari masa penyelesaian. Pekerjaan dilakukan dengan menggunakan alat berat /eksavator dengan tanah yang layak (tanah super), pekerjaan diawasi pihak Desa, Karang Taruna dan warga Desa Sukasari.

Dan bilamana Oman Haryanto tidak melaksanakan dengan baik, maka yang bersangkutan siap dibawa ke jalur hukum yang berlaku di Indonesia.

Surat pernyataan ditandatangani Oman Haryanto diatas materai dan Ujang Suhana, Yang bertanggungjawab adalah Ujang Suhana dan Oman Haryanto, dimana Ujang Suhana mengawasi pertanggungjawaban perkerjaan Oman Haryanto.

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments