Monday, July 22, 2024
HomeBeritaMafindo Bersama Akademisi Unsika dan KPU Karawang Adakan Sekolah Kebangsaan Tular Nalar

Mafindo Bersama Akademisi Unsika dan KPU Karawang Adakan Sekolah Kebangsaan Tular Nalar

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) bersama sejumlah akademisi dari Universitas Singaperbangsa Karawang dan Komisi Pemilihan Umum Karawang mengadakan Sekolah Kebangsaan Tular Nalar yang digelar Aula Kompleks Islamic Center Al-Ghammar, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Menurut Koordinator Kegiatan Tular Nalar 3.0 Kabupaten Karawang Weni Adityasning Arindawati mengatakan, Tular Nalar adalah program yang digagas Mafindo untuk mencegah penyebaran hoaks. Adapun para peserta kegiatan terdiri dari para mahasiswa berstatus pemilih pemula di Karawang.

“Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 100 orang, ” terangnya, pada Rabu (29/11).

Weni menjelaskan, kegiatan ini adalah kelanjutan dari kegiatan Tular Nalar 2.0 yang pernah diselenggarakan Mafindo tahun lalu.

“Tema kali ini berbeda, yaitu tentang melawan hoaks di tahun politik,” terangnya.

Katanya, sekolah kebangsaan tular nalar 3.0 bertujuan untuk memberikan literasi digital kepada pemilih pemula untuk mencegah dan memberantas hoaks di masa Pemilu 2024. Peserta diharapkan mampu mampu mengidentifikasi dan menyikapi berita hoaks politik.

“Kegiatan para peserta di
Sekolah kebangsaan tular nalar yaitu penyampaian materi tentang pemilu, demokrasi,
penginderaan hoax dan sanksi pembuat dan penyebar hoaks. Agar meningkatkan daya pikir
kritis, dan para peserta juga melakukan diskusi dan simulasi pengenalan hoaks, ” ucapnya.

Weni menambahkan, narasumber yang menjadi pemateri dan fasilitator berasal dari KPU Kabupaten Karawang, para dosen Unsika dan mitra Mafindo lainnya.

“Dengan hadirnya pembicara dari KPU Karawang, para peserta menjadi lebih mengerti tentang Pemilu,” katanya.

Lanjutnya, data KPU jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 mencapai 204.807.222 pemilih. Sekitar 56,45% dari total DPT tersebut berasal dari kalangan generasi milenial dan generasi Z.

“Pemilih pemula banyak dari generasi Z. Kalau generasi Z terpapar hoaks dan percaya hoaks, pelaksanaan pemilu 2024 bisa berpotensi berantakan, ini yang perlu kita cegah. Mafindo merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan untuk memberantas penyebaran informasi bohong (hoaks) di masyarakat Indonesia. Pada program tular nalar 3.0, mafindo mengusung kegitan literasi digital dan imunitas terhadap hoaks di
masa Pemilu 2024,” paparnya.

Sementara itu peserta yang juga mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang Deswita mengatakan, pemilu tahun 2024 merupakan kali pertama dirinya akan memilih calon presiden dan calon wakil presiden, dan caleg.

“Kita lebih melihat media sosial, jadi dimedia sosial yang viralnya itu apa, kita kaya ngikutin kaya Prabowo gemoy, pastinya banyak yang terpikat memilih itu, tapi setalah ikut ini jadi cari tau visi-misi dulu seperti apa untuk kedepannya, “tuturnya.

Deswita menambah, dirinya saat ini sudah memiliki calon pilihannya tapi masih dapat berubah untuk memiliih pasangan capres dan cawapres yang lain.

“Memang aku lebih pro ke Prabowo tapi tidak menutup kemungkinan ke yang lain juga,” tandasnya. (Red)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments