Perusahaan Tambang di Karawang Sudah Dibekukan Izinnya Masih Beroperasi, Kok Bisa begitu ya ?

248

Karawang – Onediginews.com – Akhir-akhir ini Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi fokus pada aktivitas pegunungan di Karawang, dan menyoroti aktivitas perusahaan tambang batu di Kabupaten Karawang yang masih beroperasi meski izinnya sudah dibekukan.

Dari pantauan melalui unggahannya di akun Instagram @dedimulyadi71, ia mempertanyakan aktivitas tambang oleh perusahaan yang masih tetap beroperasi meski telah dibekukan izinnya sejak tahun 2018.

“Perusahaan tambang ini sudah dibekukan izin tambangnya oleh Bupati Karawang sejak Tahun 2018. namun, perusahaan itu masih menjual hasil tambangnya dengan alasan sisa stok dan masih melakukan pola tambang manual. Kok bisa ya?,” ujar Dedi Mulyadi, dalam keterangan video yang diunggahnya tersebut, Senin (6/9/2021).

Dalam cuplikan video youtube yang diunggahnya itu, Dedi Mulyadi menunjukkan lokasi pertambangan batu, yang merupakan dari perusahaan PT. Atlasindo Utama, yang berlokasi di Desa Cintalanggeng, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Saat peninjauan lokasinya tersebut, Dedi Mulyadi pun sempat mempertanyakan keberadaan BOS perusahaan tersebut, sebagai kapasitas dirinya yang merupakan anggota legislatif yang konsen di lingkungan hidup.

“Bosnya ada ga pak?” tanya Dedi Mulyadi kepada petugas jaga pos gerbang masuk perusahaan tersebut.

Namun sayang, setelah ditanyakan, keberadaan Bos perusahaan tersebut tidak masuk. Lantas Dedi pun diminta untuk mendatangi kantor dari perusahaan tersebut.

Tidak hanya itu, ia pun sempat berbincang dengan supir truk yang mengangkut hasil tambang batu dari perusahaan tersebut, dengan jumlah satu ton batu.

“Abida mah cuman nyandak sa ton (saya cuma membawa satu ton),” jawab supir truk tanpa memberitahukan harganya, kepada Dedi Mulyadi.

Setelah di lokasi tambang, Dedi Mulyadi pun menunjukan tempat produksi pertambangan perusahaan. Dan berdasarkan laporan bahwa pemilik perusahaan ini berasal dari Jakarta. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here