Ratusan Juta Untuk Majalah, Suhanta : Mending Buat Ekonomi Warga Terdampak Covid-19 

286

Karawang, Onediginews.com – Belanja majalah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang yang menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah, dianggap tidak bermanfaat dan hanya pemborosan.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua DPC LSM KOREK Karawang, Suhanta kepada Onediginews.com, Kamis (9/9/2021).

Ia menilai pemerintah daerah tidak peka dalam melihat situasi dan kondisi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Karawang.

Saat ini kata dia, bukan majalah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Melainkan bantuan yang bersifat bisa membantu kehidupan perekonomian masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

“Saya kira pemerintah hanya membuang- buang anggaran saja. Yang dibutuhkan oleh masyarakat itu bantuan yang berdampak langsung terhadap kehidupan, bukan majalah,” tegasnya.

Menurut Suhanta jika dari besar anggaran senilai Rp  700 juta digunakan untuk bantuan korban terdampak covid-19 itu akan lebih bermanfaat dan terasa oleh masyarakat.

“Manfaatnya apa sih kan tidak ada? Majalahnya juga tidak sampai ke masyarakat. Dan jikapun sampai ke masyarakat buat apa? Tidak bisa membuat masyarakat kenyang untuk kondisi saat ini,” ungkapnya.

Dia pun meminta jika perlu anggaran yang berasal dari APBD uang rakyat tersebut lebih baik digunakan untuk bantuan Covid-19 seperti bantuan sembako.

“Harus dievaluasi lagi dan jika perlu kita akan  melakukan audensi dengan pemerintah daerah Kabupaten Karawang,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengucurkan anggaran Belanja pengadaan Majalah Pemkab Karawang, Langganan Jurnal dan Surat Kabar hingga ratusan juta rupiah melalui Sekretariat Daerah.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang Tahun 2021 total pagu yang dialokasikan sangat fantastis, yakni mencapai hingga Rp. 709.720.000 Juta Rupiah.

Sementara, Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap naiknya angka kemiskinan di Kabupaten Karawang. Data secara makro BPS Karawang mencatat angka kemiskinan Karawang alami peningkatan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang Budi Cahyono menyampaikan, kenaikan angka tersebut dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19. Sehingga Angka kemiskinan di Kabupaten Karawang mengalami peningkatan satu persen.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Karawang tercatat, pada tahun tahun 2019 alami penurunan 7,39% atau 173,66 ribu jiwa dari tahun sebelumnya 2018.

Sedangkan pada tahun 2020 alami peningkatan 8,26% atau 195,41 ribu jiwa dari tahun 2019 dan saat ini tahun 2021 alami peningkatan satu persen.

“Kondisi pandemi yang efeknya kepada pengangguran dari perusahaan-perusahaan terdampak, daya beli berkurang dan pendapatan menurun sehingga penurunan tersebut mengakibatkan yang tadinya hampir miskin jadi miskin karena kondisi,” ungkap Kepala BPS Karawang. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here