Upaya DISHUT Prov Jabar dan CDK Wilayah IX Dalam Menanggulangi Lahan Kritis Di Wilayah Kabupaten Sumedang

88

Sumedang, Onediginews.com – Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Sumedang, selenggarakan sosialisasi terkait Kegiatan Pelaksanaan Rehabilitasi diluar Hutan Negara Dengan SUB Kegiatan Penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air, Hutan dan Lahan Tahun 2021. Bertempat di Aula Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX, pada hari Senin (13/9/2021)

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX, Kasie PDASPM beserta jajaran, Pihak dari Akademisi ITB selaku Pemateri kegiatan, dan diikuti oleh sekitar 74 orang diantaranya para Kelompok tani, ada dari aparat Desa atau Pemdes, dari LPM, beserta tamu undangan lainya.

Acara tersebut juga dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini diataranya untuk penanggulangan lahan kritis di lahan-lahan milik masyarakat maupun lahan Desa.

Menurut keterangan dari pihak Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Kegitan berlangsung selama 2 Hari, untuk hari pertama dilaksankan Sosialisasi, hari kedua dilaksanakan kegiatan Bimtek dan selanjutnya akan dilakukan pengajuan anggaran tahap pertama oleh kelompok.

Saat dikonfirmasi Mulyadi, S. Hut. selaku Analis Rehabilitasi dan Konservasi pada cabang Dinas Kehutanan wilayah IX Kabupaten Sumedang – Indramayu. Mengatakan, Bahwa pada hari ini Pihaknya melaksanakan kegiatan sosialisasi dalam rangka Rehabilitasi diluar Kawasan Hutan dengan SUB kegiatan Penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air, Hutan dan Lahan untuk dilaksanakan di 19 Desa,11 Kecamatan 24 kelompok tani atau kelompok masyarakat.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini salah satunya adalah untuk penanggulangan lahan kritis di lahan-lahan milik masyarakat maupun lahan Desa. Kemudian terkait teknis penerapanya dengan membuat satu bangunan teknik konservasi atau sipil teknis berupa bangunan DAM Penahan dan Gully Plug atau pengendali jurang di alur-alur sesuai dengan kriteria bangunanya. ” ucapnya.

Menurutnya, awalnya dari pengajuan dari Kelompok masyarakat dalam bentuk proposal kemudian disingkronisasi dengan kondisi lahan kritis yang ada di Jawa Barat khususnya kemudian diakomodir oleh Kementerian kehutanan.

“Yang hadir pada kegiatan ini diantaranya para ketua kelompok kemudian pengurus Tim Swakelola dan anggota totalnya ada 74 orang yang terdiri dari kelompok tani, ada dari aparat Desa atau Pemdes, dan dari LPM. Karena ini kelompoknya bukan daei Kelompok Tani semua tapi kelompok masyarakat jadi ketuanyapun ada yang dari LPM atau Pemdes dan ada Kelompok Taninya tergantung dari pengajuanya. ” Pungkasnya.

Menurutnya, Setelah setelah bimtek besok kemudian akan dilakukan pengajuan anggaran tahap pertama oleh kelompok.

“Pengawasan pasti akan dilakukan, kemudian kita juga menggunakan tenaga pendamping, dan tenaga penyuluh kehutanan yang ada di wilayah binaannya selaku pendamping kelompok. pengawasan tetap akan melekat pada kami pada Dinas Kehutanan. ” tandasnya.

(RPG,S.H.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here