spot_img
31.2 C
Jakarta
Minggu, Agustus 31, 2025

Warga Cari Ikan di Sungai Cilamaya Untuk Konsumsi

KARAWANG- Warga sekitar bendungan Barugbug, Desa Situdam,Kecamatan Jatisari, Karawang, terpaksa mencari ikan dalam kubangan sisa air sungai Cilamaya, yang diduga tercemar limbah pabrik untuk dikonsumsi. Warga mengaku dengan mengunakan jaring masih ada ikan-ikan yang berhasil ditangkap.

Wadi (40) mengaku terpaksa menangkap ikan dengan menggunakan jaring dalam kubangan bendungan Barugbug walaupun sudah berubah warna ,untuk dikonsumsi bersama keluarga.

“Terpaksa mencari ikan untuk dikonsumsi bersama keluarga,” kata Wadi, Kamis (13/8).

Dia mengaku setiap musim kemarau dipastikan air sungai Cilamaya akan berubah warna dan bau. Hal ini sudah berlangsung puluhan tahun yang diduga perubahan warna akibat adanya pembuangan limbah cair di hulu sungai yang mengalir ke sungai Cilamaya.

Baca Juga  Meriahkan HUT RI Ke-80, RW 013 Gelar Lomba Cat Galon Bekas

“Kondisi seperti ini sudah menjadi konsumsi masyarakat sekitar sungai,” katanya.

Warga lain, Pandi (45) mengatakan, setiap hari ada saja warga yang menjaring mencari ikan di sungai Cilamaya terutama di kubangan air sungai yang sudah tidak mengalir hanya untuk mencariikan walupun kondisi air hitam pekat dan bau.

“Ada saja warga yang jaring ikan, kebanyakan warga menggoreng hasil tangkapan ,” tandasnya.

Warga nekat mengonsumsi ikan dari sungai yang terduga tercemar limbah karena selama ini rasa ikannya tidak berubah dan tetap renyah.

“Rasa ikan tidak pahit, dan masih gurih,” tutupnya.

Baca Juga  Rayakan Kemerdekaan, Indosat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi dan Digital Masyarakat

Sementara menurut Aktivis lingkungan Oo Surahman mengatakan setiap musim kemarau dipastikan warna air akan berubah dan menyebar bau menyengat dan sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu yang diduga akibat adanya pembungan limbah cair di hulu sungai.

“Faktor penyebabnya diduga adanya limbah cair pabrik yang dibuang langsung ke sungai,” pungkasnya.(nan/red)

BERITA LAINNYA

NASIONAL

PERISTIWA

- Advertisement -spot_img

TRENDING NEWS

HUKUM & KRIMINAL

POLITIK

BERITA POPULER

HUKUM & KRIMINAL

DAERAH

error: Content is protected !!