spot_img
27.1 C
Jakarta
Minggu, Agustus 31, 2025

Aliran Sungai Cilamaya 20 Tahun Tercemar Limbah

KARAWANG- Aliran sungai Cilamaya yang melintasi tiga kabupaten, mulai Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Subang, diduga menjadi langganan tempat pembuangan limbah industri dan domestik sejak puluhan tahun, saat volume air surut air sungai Cilamaya berubah warna menjadi dan bau busuk menyengat menjadi langganan bagi masyarakat sekitar bantaran sungai.

Salah satu warga, Wahyudin (40) mengaku sejak kecil setiap musim kemarau dipastikan sungai Cilamaya berubah warna menjadi hitam pekat dan menimbulkan bau tak sedap dan hal seperti ini sudah berlangsung puluhan tahun atau sekitar tahun 2004 disinyalir tercemar limbah industri dan domestik.

Baca Juga  Mencuat Tunggakan Pajak Dana Desa Pancakarya,  DPMPD Gandeng Penyidik Pajak

“Seingat saya kondisi sungai Cilamaya hitam dan bau ini sudah terjadi sekitar 20 tahun lalu,’ kata Wahyudin, Rabu (5/8).

Pria asal Desa Situdam,Kecamatan Jatisari,Karawang ini, menerangkan setiap musim kemarau tiba, dipastikan masyarakat sekitar sungai disuguhi bau menyengat dari aliran sungai Cilamaya dan menjadi langganan setiap tahun .

“Langganan setiap tahun harus merasakan bau busuk yang menyengat,” katanya.

Nalim (55) warga lainnya, menerangkan sejak adanya industri dibagian hulu sungai Cilamaya,, dan maikin maraknya pendirian perusahaan kondisi air sungai Cilamaya makin parah dan tidak pernah ada solusi kongkrit dari pemerintah. Dia juga mengatakan tahun lalu ada pejabat dari wakil rakyat dan Dinas Lingkungan Hidup Karawang namun tidak ada realisasi.

Baca Juga  Paskibraka Karawang 2025 Sukses Jalankan Tugas di Upacara Penurunan Bendera

“Walaupun banyak pejabat,tetap saja air sungai hitam dan bau,” tandasnya.(nan/red)

BERITA LAINNYA

NASIONAL

PERISTIWA

- Advertisement -spot_img

TRENDING NEWS

HUKUM & KRIMINAL

POLITIK

BERITA POPULER

HUKUM & KRIMINAL

DAERAH

error: Content is protected !!