spot_img
27.1 C
Jakarta
Senin, September 1, 2025

Pemda Seolah Tak Berdaya, Kalau Benar SMPN I Kotabaru Pungut Iuran ke Siswa Buat Biaya Rehab Kelas

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Diduga dngan dalih membantu biaya rehab atau perbaikan ruang kelas, para orang tua murid SMPN I Kotabaru harus rela mengeluarkan uang tambahan yang dibebankan oleh pihak sekolah.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh beberapa orang tua murid, karena pungutan yang berdalih sumbangan itu menurut mereka dirasa cukup memberatkan.

“Ya, kita ini diminta membayar iuran Rp. 50 ribu oleh koordinator kelas. Katanya sih uang itu untuk disetorkan ke sekolah untuk biaya perbaikan ruang kelas,” kata seorang bapak yang memang anaknya adalah murid baru di SMPN I Kotabaru dimana saat ini sedang mengikuti MPLS.

Baca Juga  Temuan BPK, Ratusan Juta Dana Rutilahu Belum Dikembalikan, PRKP Bungkam, Kontraktor Bermasalah Diduga Kembali Dapat Proyek

“Betul, sekarang kita bayar dulu Rp. 50 ribu nah baru nanti bulan depan dan seterusnya boleh berapa aja bisa Rp. 20 ribu , Rp. 30 ribu terserah,” kata seorang ibu menimpali.

Padahal kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya karena takut sang anak nanti jadi masalah mengatakan, jika membangun sekolah beserta segala pembiayaannya itu adalah kewajiban pemerintah.

“Bukan soal uang Rp. 50 ribu ya, tapi membangun sekolah kan kewajiban pemerintah, apalagi ini sekolah negeri. Kok malah kami yang dibebankan, bisa menyekolahkan anak saja sudah Alhamdulillah ya,” ucap ibu lainnya.

Baca Juga  Dinilai Bangun Opini Liar, Miftahul Jannah Terancam di Laporkan Balik, Etika Pengacara Jadi Sorotan

“Masa kita harus ngadu ke KDM kalau sekolah minta biaya rehab kelas sama orang tua siswa. Pemerintah hadir dong, jangan kami rakyat kecil yang dibebani,” sesalnya.

Sementara itu, untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut , awak media pun coba mengkonfirmasi Kepala Sekolah SMPN I Kotabaru , Toib melalui pesan whatsapp nya, namun ia tidak memberikan jawaban.

Begitupun ketika coba ditemui ke sekolahnya, SMPN I Kotabaru, Kepala Sekolah tidak berada ditempat. Menurut keterangan pihak keamanan, kepala sekolah sejak jam 10 pagi sudah pulang begitupun guru-guru lainnya mengingat semalam ada kegiatan perkemahan.

Baca Juga  Karawang Jadi Lokasi Percontohan WEF Nexus, Pemkab Paparkan Indeks Ketahanan Pangan

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

BERITA LAINNYA

NASIONAL

PERISTIWA

- Advertisement -spot_img

TRENDING NEWS

HUKUM & KRIMINAL

POLITIK

BERITA POPULER

HUKUM & KRIMINAL

DAERAH

error: Content is protected !!