spot_img
27.1 C
Jakarta
Senin, September 1, 2025

Fakta Orangtua Siswa Kesulitan Memenuhi Kuota Internet

KARAWANG- Fakta pemberlakukan selama belajar online bagi orang tua murid, Muhamad Raffi Alfarizi ,siswa Kelas VI SDN Adiarsa Timur II, Kecamatan Karawang timur,Karawang, mengaku kesulitan memenuhi pembelajaran online karena setiap hari harus membeli kuota harian.

“Terus terang sangat kesulitan bagi orang tua yang penghasilan pas-pasan karena harus membeli kuota internet,” kata Riska, Rabu (19/8) .

Sekretaris KNPI Kabupaten Karawang, Nurali mempertanyakan
program internet (Wi Fi) gratis Karawang Pintar milik pemerintah daerah Kabupaten Karawang. Pasalnya, sejak diberlakukan pembelajaran daring oleh pemerintah, banyak siswa – siswi yang saat ini mengalami kesulitan karena kerap tak mempunyai kuota internet.

Baca Juga  Rayakan Kemerdekaan, Indosat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi dan Digital Masyarakat

“Pemkab Karawang mempunyai program WiFi gratis Karawang Pintar, lalu kenapa tidak di efektifkan saja program tersebut untuk membantu anak – anak sekolah yang kesulitan membeli kuota untuk mereka belajar,” kata Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Karawang, Nurali kepada media, Rabu (19/8).

Menurut Nurali, Ini harus dipikirkan Pemkab Karawang, wifi gratis untuk orang – orang tidak mampu untuk anak – anak mereka belajar.

Lebih lanjut di tandaskan Nurali, Pemkab seharusnya memaksimalkam penyedian Wifi gratis salah satunya di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) agar anak – anak yang tidak mampu membeli kuota internet bisa tetap bisa mengikuti pembelajaran secar online

Baca Juga  Skandal Pajak Dana Desa di Pancakarya Mencuat, DPMD dan Tim Monev Kecamatan Jadi Sorotan Inspektorat

“Kebutuhan kuota internet justru menjadi masalah baru bagi sebagian siswa. Sebab, tak semua orangtua mampu menyediakan paket internet untuk anaknya belajar di rumah,”tandasnya.

Disinilah peran pemerintah sangatlah dibutuhkan untuk memenuhi internet gratis dan memikirkan agar bagaimana anak – anak baik di kota maupun pelosok tetap bisa belajar, dan mengerjakan tugas – tugas sekolah mereka.

“Saat seperti ini peran pemerintah harus berpijak pada orangtua yang tidak mampu,” tutupnya.(nan/red)

BERITA LAINNYA

NASIONAL

PERISTIWA

- Advertisement -spot_img

TRENDING NEWS

HUKUM & KRIMINAL

POLITIK

BERITA POPULER

HUKUM & KRIMINAL

DAERAH

error: Content is protected !!