Sunday, May 19, 2024
HomeDaerahBansos Dari Presiden Dan Provinsi Tidak Tepat Sasaran, PSBB Kab. Bekasi Kurang...

Bansos Dari Presiden Dan Provinsi Tidak Tepat Sasaran, PSBB Kab. Bekasi Kurang Efektif

BEKASI-Onediginews,  Wabah corona yang menjadi pandemi di seluruh dunia,yang mengguncang perekonomian, khususnya warga Kabupaten Bekasi yang terdampak karena terpapar vurus copid 19.
Kabupaten Bekasi sendiri telah menerapkan Perpanjangan PSBB ( Pembatasa Sosial Berskala Besar) guna memutus mata rantai penularan virus covid 19.

Dalam pantaun awak media dari beberapa desa, salah satunya Desa Kali jaya Kecamatam Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, bantuan sangat tidak tepat sasaran.
Menurut keterangan Ketua Rt setempat, “Bantuan tersebut kategori BLT dari Pusat atau Presiden berupa uang tunai, bukan lah data yang kami ajukan data tersebut langsung datang dari Kantor Pos yang menghubungi saya untuk mengantar langsung ke penerima BLT tersebut.
Lanju Ketua RT data penerima BLT pusat tersebut sangat tidak sesuai dan tidak tepat sasaran pasalnya yang menerima adalah orang orang mampu, dari 7 penerima BLT dari Pusat terdaftar berupa uang senilai Rp.600.000 selama 3 bulan yang langsung di antar oleh petugas Kantor Pos, salah satu tokoh masyarakat yang kategori mampu dan sangat tidak layak, ” tapi ini adalah bantuan dan saya harus sampaikan, sy juga sudah berkomunikasi dengan Lurah, BPD dan Ketua PSM, BLT ini harus di sampaikan walaupun tidak tepat sasaran saya, ucapnya.

Di singgung soal acuan data yang di ajukan ke Bansos Pusat dan Provinsi, Ketua RT mengatakan ” itu data lama BPS tahun 2011 menurut saya karena orang yang sudah meninggal pun masih ada namanya, bebernya.

Masih di wilayah yang sama, beredar di medsos (youtube) salah satu warga di RT 03/07 Desa Kalijaya Kecamatan Cikarang Barat, keluarga miskin yang lumpuh ( ibu Anyoh ) belum sama sekali menerima bantuan dari manapun, ini berbanding terbalik 180 derajat dengan salah satu warga Kampung Kalijeruk RT 02/03 Desa Kalijaya Kecamatan Cikarang barat, yang nota bane orang yang sangat mampu.

Ini merupakan ke amburadulan pendataan dan kurang sinkron nya antara pemerintah Desa, Kabupaten , Provinsi dan Pusat, sehingga banyak terjadi tidak tepat sasaran dalam kategori peneriman Bantuan.

PSBB khususnya di Kabupaten Bekasi masih kurang efektif, dengan penerapan perpanjangan PSBB sampai saat ini data kasus positif Corona di kabupaten Bekasi semakin bertambah.

Menurut Gunawan yang akrab di sapa Mbah Goen, selaku Ketua Lembaga SNIPER dalam sebuah diskusi di Grup Bekasi Belum Bersih mengatakan” saya sebagai masyarakat berhak menyampaikan pendapat di muka umum karena di lindungi oleh UU, Oleh karena itu dalam ruang grup ini saya akan menyampaikan pendapat saya terkait dengan pemberlakuan PSBB di Kabupaten Bekasi.

Lanjut Mbah Geon ” penerapan PSBB di Kabupaten Bekasi belum maksimal dalam menekan laju pasien Covid- 19, karena dalam minggu ke dua bulan Mei 2020 ( 7 dan 8 Mei ) ada penambahan 18 kasus pasien positif Corona di Kabupaten Bekasi, oleh karena itu Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid -19 Kabupaten Bekasi, harus lebih memaksimalkan penerapan PSBB dengan meningkatkan kedisiplinan kolektif seluruh pihak Dinas harus saling bekerjasama, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

Masih kata Mbah Geon ” Keterlibatan banyak pihak di Kabupaten Bekasi termasuk relawan dan peran tokoh tokoh nonformal harus di dorong sehinga masyarakat paham, Covid- 19 sangat berbahaya.
Selain itu, sanksi harus di berlakukan selama perapan PSBB, bagi warga ada kegiatan kegiatan yang melanggar protokol kesehatan penaganan Covid -19. Jika hal itu tidak berjalan, maka jagan harap penyebaran Covid – 19 di wilayah Kabupaten Bekasi akan segera terselesaikan, Jelasnya.
(Ss )

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments