Friday, February 23, 2024
HomeBeritaKemenkes RI Sebut, PT Changsin Beri Contoh Bagus, Fasilitasi Karyawan Menyusui Dengan...

Kemenkes RI Sebut, PT Changsin Beri Contoh Bagus, Fasilitasi Karyawan Menyusui Dengan Miliki Ruang Laktasi

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dr. Maria Endang Sumiwi menyampaikan PT. Changsin Indonesia yang berada di Kabupaten Karawang telah memberikan contoh yang bagus bagi perusahaan lainnya. Hal ini dikarenakan telah diberikan fasilitas untuk karyawan hamil dan menyusui. Di perusahaan itu telah ada ruang laktasi bagi ibu menyusui.

“Hari ini kita berada di acara Pekan Menyusui Sedunia, kita menyelenggarakan di PT. Changsin karena memberikan contoh yang baik memfasilitasi ibu bekerja tetap bisa menyusui. Ada 15 ribu karyawan, 90 persen nya adalah perempuan, 625 ibu hamil dan 540 ibu menyusui. Ibu hamil dapat periksa kehamilan di ruang klinik perusahaan dan ibu menyusui diberikan ruang laktasi untuk bisa memompa asi untuk disimpan di dalam kulkas,” ujar dr. Maria, Senin (4/9).

Ia menambahkan pihak perusahaan pun memberikan izin sebanyak tiga kali bagi ibu menyusui untuk dapat memompa ASI. Ia mempunyai harapan agar perusahaan yang lain dapat melakukan hal yang sama. Ini bertujuan untuk memberikan ASI secara eksklusif bagi bayi usia 0 sampai dengan enam bulan.

“Ibu-ibu juga diberikan izin sebanyak tiga kali dalam waktu bekerja untuk memerah asi. Satu kali sebelum istirahat siang, setelah istirahat makan siang dan saat jam makan siang. Ini adalah kebijakan yang sangat baik bagi ibu menyusui dan ibu hamil. Ada kebijakan untuk memompa asi selama bekerja, memberikan fasilitasi, memberikan waktu untuk memompa asi, kami mengharapkan agar semua perusahaan memberikan hal itu,” tambahnya.

Ia menjelaskan untuk kasus pada tahun 2022 di Indonesia sebesar 560 ribu. Kasus ini terjadi untuk anak usia 0 sampai satu tahun. Ia mengutarakan pemberian ASI eksklusif dapat menjadi intervensi dalam menurunkan angka kasus stunting di Indonesia.

“Kita membutuhkan hal itu karena asi eksklusif diperlukan oleh bayi baru lahir selama enam bulan pertama kehidupan, kemudian kedua asi eksklusif sudah terbukti gizinya paling baik dan menjadi intervensi penurunan stunting sangat efektif pada usia 0-1 tahun. Stunting kita masih ada kasus baru pada usia 0-1 tahun pada tahun 2022 ada sebanyak 560 ribu di Indonesia,” dr. Maria.

Ia menegaskan sebanyak 3,8 persen dari total 52 juta perempuan di Indonesia merupakan pekerja perempuan yang menyusui. Ia mengaku pada bulan ke dua dan ke tiga angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia mengalami penurunan.

“Tahun lalu harusnya target kita 55 persen tapi kita baru mencapai 52 persen. Di perkirakan ada 52 juta perempuan bekerja dan dari jumlah itu di perkirakan ada 3,8 persennya sekitar 2 juta ibu menyusui sambil bekerja. Data kita juga menunjukkan pada bulan ke dua dan ke tiga bayi umur dua sampai tiga bulan pemberian asi eksklusif turun karena ibu sudah bekerja,” ungkapnya lagi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nurmala Hasanah menyampaikan telah terdapat beberapa perusahaan di Kabupaten Karawang yang menerapkan program Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif. Perusahaan ini telah mendapatkan pendampingan secara langsung dari dinas kesehatan. Ia tidak menyebutkan secara spesifik jumlah data perusahaan yang telah mempunyai ruang menyusui.

“Alhamdulillah hari ini kita menjadi tuan rumah kegiatan dari Kementrian Kesehatan, tentu saja ini adalah tujuan kita untuk mendukung ibu bekerja untuk memberikan ASI. Sebenarnya sudah banyak perusahaan yang menyediakan ruang menyusui namun kita belum mempunyai data keseluruhan tapi untuk perusahaan yang sudah melakukan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif ada di PT. Changsin, Nestle, ABC, PNG, MIM yang sudah kita dampingi,” ungkapnya

Ia melanjutkan ASI penting bagi bayi, ibu dan negara. Bagi ibu dapat membantu memperkecil rahim secara bagus, mencegah pendarahan pasca persalinan. Kemudian dapat mencegah terkena kanker payudara dan ovarium. Hal ini pun dapat meningkatkan hubungan antara ibu dengan bayi.

“Sangat penting karena ASI bukan baik untuk bayi saja tapi untuk ibu, negara. Untuk ibu saat kita menyusui secara eksklusif akan memperkecil rahim lebih bagus, mencegah pendarahan pasca persalinan, mencegah terkena kanker payudara dan ovarium, menjarangkan kehamilan jika memberikan ASI selama 2 tahun, hubungan antara ibu dengan bayi bisa lebih baik, tanpa perlu repot menuangkan air ke dalam botol,” lanjutnya

Kemudian keuntungan bagi negara berupa mengurangi pengeluaran pembayaran pelayanan kesehatan. Disebabkan oleh daya tahan tubuh ibu dan bayi yang meningkat ketika memberikan ASI secara eksklusif.

“Bagi bayi nya daya tahan tubuh, tumbuh kembang menjadi lebih bagus, untuk keluarga dengan ASI pengeluaran menjadi lebih berkurang karena ibu yang menyusui dan bayi yang di susui tidak rentan terkena penyakit ini. Masyarakat kita tidak banyak yang sakit tentu saja pembayaran pelayanan kesehatan akan berkurang dari negara. ASI eksklusif ini sangat baik sekali,” paparnya. (Red)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments