Tuesday, February 27, 2024
HomeBeritaBupati Sampai Anggota Dewan Jadi Ketua Cabor, Asep Agustian Pastikan Polisi Akan...

Bupati Sampai Anggota Dewan Jadi Ketua Cabor, Asep Agustian Pastikan Polisi Akan Panggil Tanpa Terkecuali!

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Kepolisian Resor (Polres) Karawang masih terus melakukan serangkaian pemeriksaan terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Karawang tahun anggaran 2018 sampai 2022.

Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut atas dasar laporan informasi dari masyarakat yang mencurigai adanya penyelewengan dana hibah KONI Kabupaten Karawang didua periode masa kepemimpinan Sayuti Haris.

Sejak Senin hingga Rabu, (18/10/2023), ada sekitar 10 Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) yang telah dimintai keterangan. Setelah sebelumnya, pihak Kepolisian memanggil Ketua KONI Karawang, Sayuti Haris dan Mantan Sekretaris KONI Karawang Jhonny Heru Wibowo serta beberapa orang pengurus dan satu cabor ( Sepatu Roda) untuk dimintai keterangan terkait permasalahan yang sama.

Pemeriksaan tersebut pun sontak menimbulkan kegaduhan, pasalnya, tiba-tiba saja beredar luas daftar nama-nama Ketua Cabor Anggota KONI Karawang. Yang jika dicermati, nampak sejumlah pejabat tinggi Karawang tercantum didalamnya.

Diantaranya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadianna sebagai Ketua Cabor Wanita Olahraga dari organisasi PERWOSI, Wakil Bupati Karawang, Aep Saepulloh sebagai Ketua Cabor Anggar dari IKASI, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri sebagai Ketua Cabor Pencak Silat dari IPSI, Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Dedi Indra Setiawan, Ketua Cabor Rugby dari PRUI, Endang Sodikin, Ketua Cabor Wood Ball dari IWbA, Dedi Rustandi, Ketua Cabor Aero Sport dari FASI, Suci Nurwinda, Ketua Cabor Hockey dari FHI, Mantan Bupati Karawang, Dadang S Muchtar, sebagai Ketua Cabor Sepatu Roda dari Perserosi, hingga Dandim 0604/Karawang sebagai Ketua Cabor Karate dari FORKI dan lainnya.

Hal ini sontak membuat, 10 Ketua Cabor meradang dan mempertanyakan, keberanian Polres Karawang memanggil seluruh Cabor yang berjumlah 57 Cabor tersebut.

Sebagaimana yang disampaikan Asep Agutian, Ketua Cabor Balap Sepeda dari organisasi ISSI.

Kepada wartawan usai memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, Asep Agustian mengungkapkan dirinya menjalani pemanggilan penyidik Unit Tipikor Polres Karawang terkait adanya dugaan permasalahan dalam keuangan KONI Karawang dari tahun 2018 sampai 2022. Sebanyak 31 pertanyaan diajukan pihak kepolisian kepada dirinya.

“Saya dipanggil oleh penyidik di ruang Tipikor dengan 31 pertanyaan diajukan. Saya jawab dengan baik apa yang saya tahu dan apa yang saya dapatkan dari KONI. Apakah kemudian uang itu dibilang untuk kesejahteraan cabor, saya katakan cabor tidak sejahtera. ISSI sendiri hanya mendapatkan bantuan untuk Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) sebesar Rp. 120 juta dan Rp. 52 juta untuk biaya operasional dan lain-lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu pula, dirinya mempertanyakan kepada pihak Penyidik, apakah berani Polisi memanggil seluruh ketua Cabor KONI Karawang yang rata-rata adalah para pejabat tinggi Karawang.

Polisi pun memastikan, lanjut Asep Agustian, ke 57 Ketua Cabor tersebut, akan dipanggil dan tidak bisa digantikan oleh pengurus yang lain.

” intinya pihak penyidik akan memanggil seluruh ketua cabor tanpa terkecuali.Maka saya meminta dengan sangat, kepada para ketua Cabor, mereka harus datang,” tegas Asep Agustian.

“Tolonglah hadir, buktikan jika memang tidak merasa bersalah, mengapa harus takut. Jangan coba -coba memandang kalau kita punya jabatan, karena yang dipanggil itu bukan dalam jabatan bupati wakil bupati, sekda, anggota dewan dan lain-lain, tetapi sebagai ketua cabor, karena jelas disana ada SK- nya,” tandasnya lagi.

Ketua Peradi Karawang ini pun berharap, permasalahan KONI Karawang harus bisa sampai ke titik peradilan. Kalau sampai kemudian ada keganjilan, pihaknya akan melaporkan langsung ke Kapolri agar seluruh KONI se-Indonesia juga turut diperiksa.

“Maka saya sampaikan kepada ketua Cabor untuk datang memberikan keterangan agar kita bisa mengetahui mana yang benar, mana yang salah, dan mana yang akan dijadikan tersangka,” pungkasnya.

 

Reporter : Annisa Noviyanti/Nina

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments