Wednesday, June 19, 2024
HomeBeritaDinsos Sumedang, Bahas Bansos 2023 dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat

Dinsos Sumedang, Bahas Bansos 2023 dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat

SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Dinas Sosial Kabupaten Sumedang melalui bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial memaparkan keterkaitan dengan seputar Bantuan Sosial (Bansos) diantaranya Bansos PKH dan Bansos Sembako untuk di awal tahun 2023.

Menurut informasi, yang di dapat dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, bahwa terkait bansos di tahun 2023 untuk sementara ini belum ada informasi resmi untuk penyaluranya, baik itu bansos PKH ataupun bansos Sembako.

Hal tersebut dikatakan, Kepala Bidang Linjamsos Pada Dinas Sosial Kabupaten Sumedang Komar saat di konfirmasi di ruang kerjanya. Senin, (09/01/2023).

” Sementara ini kami belum mendapat informasi resmi terkait kapan rencana penyaluran baik itu bansos PKH maupun bansos sembako. Namun secara kontinuitas, itu tetap berlanjut,” Ucap Kabid Komar, kepada onediginews.com.

Dikatakanya, bahwa bansos diantaranya baik itu PKH dan Sembako di tahun 2023, pasti akan di luncurkan kembali.

” Karena memang menyangkut urgernitas dari sisi program itu masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” terangnya.

” Untuk informasi dari Kementerian Sosial belum ada, tapi berdasarkan hasil komunikasi untuk program bansos itu tetap ada,” lanjutnya.

Masih dikatakanya, hanya untuk waktu, bank penyalur dan skema penyaluranya yang belum dapat di pastikan.

” Kemudian dari skema penyaluranya pun melalui bank penyalur baik itu melalui PT. Pos Indonseia ataupun melalui Himbara itu belum ada informasi lebih lanjut, karena itu kan kewenangan dari Kementerian Sosial itu sendiri. Untuk Himbara sementara ini masih Bank Rakyat Indonesia (BRI), hanya saja untuk skema penyaluran apakah itu ke PT. Pos indonesia atau ke Himbara itu belum ada informasi,” ujar Kabid Komar.

Menurutnya untuk jumlahKeluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2023, apabila melihat dari sisi trend pada tahun 2022 kemarin trend nya terdapat penurunan KPM, baik itu program sembako maupun PKH ada pengurangan meskipun tidak signifikan.

” Kemungkinan di tahun 2023 sebagai referensi adalah bansos yang terakhir di triwulan ke empat,” imbuhnya.

Kemudian Kabid Komar memaparkan, keterkaitan dengan jumlah nominal penyaluran bansos diantaranya dari program PKH dan Sembako di tahun 2022 yaitu untuk bansos sembako itu berdasarkan DIPA dari Kementerian Sosial senilai Rp. 382 Miliyar lebih, Kemudian berdasarkan DIPA PKH yakni senilai Rp.158 Miliyar lebih, kemudian untuk DIPA PBI APBN nya sebanyak 412.472 jiwa.

” Kemudian untuk realisasinya program sembako di tahun 2022 yaitu 96,63 persen, PKH 99,62 persen, kemudian PBI APBN itu 103,28 persen,” ucap Kabid Komar, di paparakan berdasarkan data.

Selain dari sisi Bansos, Kabid Komar menyampaikan bahwa Kementerian Sosial ada program pelatihan pemberdayaan masyarakat.

” Artinya kedepan itu akan lebih ke pemberdayaan sosialnya. Jadi masyarakat itu tidak hanya menerima ikan terus tapi diberikan juga kailnya untuk usaha. Makanya disiapkan dari sekarang program pelatihan pemberdayaan masyarakat yang mana pesertanya di ambil dari para KPM penerima program baik itu KPM program PKH maupun Sembako. Dan itu diluar Bantuan” ujarnya.

Lalu terkait program pelatihan pemberdayaan masyarakat tersebut, apakah sudah berjalan ataukah baru rencana ?

” Program pelatihan pemberdayaan tersebut sudah berjalan di tahun 2022, satu kelompok di Kecamatan Rancakalong. Kelompok tersebut yang bergerak dibidang kuliner,” terangnya.

” Jadi dikelompokan, para KPM yang mempunyai rintisan usaha yang sejenis, misalnya makanan olahan seperti kripik, baso, dan lainya itu termasuk dalam satu kelompok rintisan usaha pangan olahan. Dan itu di berikan pelatihan, teknis, kemudian diberikan alat untuk produksi, termasuk juga di fasilitasi untuk pemasaran,” lanjutnya.

Lebih lanjut, onediginews.com mempertanyakan program tersebut, apakah itu masih kapasitas Dinas Sosial?

Menurutnya, untuk penaggulangan kemiskinan itu tidak bisa berjalan sendiri – sendiri harus sinergis antara Dinas Sosial, Dinas yang membidangi Tenag Kerja, termasuk Dinas yang membidangi UMKM.

” Dikarenakan sasaranya dari KPM, yang menerima bantuan sosial. Makanya sebagai leading sektornya Dinas Sosial tapi pada saat pelatihan dari Dinas yang membidangi tenaga kerja dan juga Dinas yang membidangi UMKM itu di hadirkan. Itu adalah salah satu kolaborasi kita,” tuturnya.

Dikatakan Kabid Komar, “untuk di tahun 2023 program pelatihan pemberdayaan masyarakat tersebut masih berjalan, rencananya akan di laksanakan di Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan,” pungkasnya. (rpg)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments