Thursday, April 18, 2024
HomeBeritaMusrenbang Kecamatan Rancakalong Usung Tema Ekonomi Daerah Yang Tangguh Inklusif dan Berkelanjutan

Musrenbang Kecamatan Rancakalong Usung Tema Ekonomi Daerah Yang Tangguh Inklusif dan Berkelanjutan

SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Pemeritah Kecamatan Rancakalong, pada kesmpatan ini telah melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024, dengan mengusung tema pembangunan tahun 2025 “Ekonomi Daerah Yang Tangguh Inklusif dan Berkelanjutan”. Bertempat di Gedung Geo Teather Rancakalong Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Senin, (26/02/2024).

Kegiatan tersebut di hadiri pihak Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPEDA) Kabupaten Sumedang, Camat Rancakalong beserta jajaran dan beberapa pihak UPTD terkait di wilayah Kecamatan Rancakalong, Ketua APDESI Kecamatan Rancakalong beserta jajaran, para Kepala Desa dan unsur lainya.

Camat Rancakalong Cecep Supriatna menyampaikan bahwa pelaksanaan musrenbang ini merupakan sebuah instrument atau tahapan yang di rasa penting untuk merencanakan pembangunan di tahun 2025.

“Tentunya di mulai pada hari ini melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khususnya di tingkat Kecamatan Rancakalong,” ujarnya.

Dikatakanya bahwa berdasarkan hasil musrenbang baru saja di laksanakan diantaranya terdapat beberapa program yang di rasa strategis dan cukup potensial untuk di kembangkan.

“Terutama bagaimana kita dapat mengoptimalkan berbagai bangunan strategis yang ada di Kecamatan Rancakalong sebagai salah satu contohnya yakni bangunan Geo Teather, yang sebagaimana kita maklumi bahwasanya untuk pengelolaanya sudah di kerjasamakan dengan pihak BUMDESMA Rusa Emas Ranckalong dan tentunya perlu adanya juga dukungan support dari berbagai stakeholder,” terang Camat.

Ia berharap, kedepan di tahun-tahun mendatang keberadaan bangunan Geo Teather bisa lebih optimal, lebih berdaya dan bisa di manfaatkan oleh masyarakat terutama di Kecamatan Rancakalong.

Kemudian untuk pra Musrenbang tingkat Kecamatan, terkaitan dengan Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK), Camat Rancakalong Cecep menyampaikan diantaranya sebagian besar dari ke 10 Desa Di Kecamatan Rancakalong mengajukan pada ketahanan pangan yakni hewan ternak dan sebagian lainya memfokuskan untuk mengoptimalkan Fungsi dari DESTANA (Desa Tangguh Bencana).

“Untuk PIK berdasarkan hasil kesepakatan pra musren sebagian besar dari 10 Desa se Kecamatan Rancakalong mengajukan bantuan hewan ternak.
Untuk Komoditas ternak sendiri apabila di amati dari usulan beberapa Desa diantaranya ada Domba dan Kambing untuk untuk beberpa kelompok yang ada di masing-masing Desa. Kami tentunya berharap kelompok tersebut yang akan menerima bantuan ternak dari PIK nanti di tahun 2025, kita harapkan anggotanya terdapat DTKS nya. Sehingga intervensi dari bantuan ternak tersebut betul-betul dirasakan oleh prioritas kita di KK miskin sehingga lebih berdaya dan meningkatkan pendapatan mereka. Dan sebagian lagi, kita mendorong untuk bisa mengotimalkan fungsi dari Desa Tangguh Bencana karena sebagaimana kita pahami bawha Kecamatan Rancakalong cukup berpotensi terjadinya bencana, sehingga kita dorong melalui penganggaran di PIK ini,” ucapnya.

Sedangkan Musrebang untuk di tingkat Kabupaten nanti, pihaknya akan menyiapkan Delegasi dari Kecamatan Rancakalong untuk memperkuat dan mengawal berbagai usulan yang tadi sudah di sepakati bersama.

Sementara itu, Ade Sunardi selaku Kepala Bidang Infrastruktur Dan Kewilayahan pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPEDA) Kabupaten Sumedang menyampaikan bahwa Rancakalong dalam musrenbang di tingkat Kecamatan Rancakalong kali ini terdapat beberapa hal yang di bahas namu terdapat dua diantaranya yang menjadi prioritas yakni yang pertama peningkatan ekonomi dan Infrastruktur dan yang kedua menyangkut Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kalau kita dari BAPPPEDA Kabupaten Sumedang, sesuai dengan tema yakni mewujudkan ekonomi daerah yang tangguh inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan pembangunan itu harus berkelanjutan, dan lebih bagus inklusif. Jadi terintegrasi melibatkan masyarakat suapaya mendapat nilai manfaat atau ekonmi bagi masyarakat setempat dan secara macro itu akan mendongkrak ekonomi secara keselurahan di Kabupaten Sumedang,” tandasnya.

Masih di waktu sama, Tatang Cahyana selaku Direktur BUMDESMA Rusa Emas LKD Kecamatan Ranckalong sebagai pengelola kawasan Geo Teather mengatakan bahwa berdasarkan hasil musrenbang tingkat Kecamatan Rancakalong membahas mengenai pengembangan kawasan Geo Teather untuk selanjutnya.

“Jadi untuk saat ini pengembangan belum ada kejelasan, tapi dari sisi perencanaan untuk Geo Teather baru sekitar 20 persenan. Kedepanya akan ada perluasan untuk kawasan pamidangan domba, kemudian untuk Bumdesma Rusa Emas sendiri akan mengembangkan lokasi wisata lainya di Geo Teaher yakni untuk menarik peminat pengunjung. Kemudian juga kita akan mencoba mengembangkan kawasan integratif Farming khusus pertanian, yang mana di dalamnya terdapat satu kawasan ternak maupun pertanian dan ada agro wisatanya,” pungkas Tatang.

 

 

Reporter : Rizky Prasetyo

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments