Friday, February 23, 2024
HomeDaerahDugaan Terjadinya Mal Administrasi RS Annisa Cikarang Terkait Pasien Covid

Dugaan Terjadinya Mal Administrasi RS Annisa Cikarang Terkait Pasien Covid

Dugaan Mal Administrasi RS. Annisa Cikarang Utara Terkait Pasien Covid

KAB. BEKASI –  Di himpun  dan di kutip dari Redaksi media Kabar Daerah Jawa Barat pada Kamis (6/8/2020), mendapat informasi dari narasumber atas pasien Bapak Mina Bin Simin terkait dugaan mal Administrasi yang dilakukan oleh management Rumah Sakit Annisa Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, terhadap Bapak Mina Bin Simin yang terdiagnosa dugaan Positif Corona.

Team investigasi Media Kabar Daerah Jawa Barat segera meluncur ke lokasi. Saat ditemui dilokasi, keluarga besar Bapak Mina Bin Simin memberi keterangan terkait kejadian tersebut.

” Betul pak, awalnya kami membawa Pak Mina ke Rumah Sakit Asri Medika guna memeriksakan penyakitnya, tapi sampai disana kami di rujuk ke Rumah Sakit Annisa untuk di konsul ke Dokter Ahli penyakit dalam sekaligus untuk USG Abdomen, karena di Rumah Sakit Asri kelengkapannya kurang,” jelas salah seorang anggota keluarga saat diwawancari team Media Kabar Daerah di rumahnya.

” Sesampai disana tanggal (21/7/2020) Pak Mina sepertinya sudah tidak kuat dan akhirnya kami meminta kepada pihak Rumah Sakit Annisa untuk Bapak Mina di rawat disana (RS. Annisa), nah… waktu tanggal 28 Juli kami kaget Pak, informasi dari puskesmas, puskesmas pun informasi dari Rumah Sakit Annisa Pak Mina positif Corona, sehingga kami disini di test Swab dan di karantina langsung oleh gugus tugas Covid,” ungkapnya.

” Tapi saat kami minta hasil testnya ada kejanggalan, terutama di jenis kelamin, Pak Mina kan Laki – Laki, tapi di data surat pemeriksaannya Perempuan, Saya yakin ini ada kesalahan, apa ada Mina yang lain, yang di rawat disana?,” tegasnya.

Saat team media mengklarifikasi terkait hal tersebut, Jum’at (7/8/2020) pukul 15.15 WIB Pihak RS. Annisa yang diwakili oleh Humasnya Saudara Andy dan Dokter Satgas Covid RS. Annisa Dr. Cecep juga Supervisornya Ibu Siti tidak menyangkal adanya kesalahan ketik mengenai data Jenis Kelamin pasien, dan pada saat tanggal 3 Agustus 2020 telah dilakukan klarifikasi juga Revisi dengan data tersebut, bahkan pihak Rumah Sakit sudah meminta maaf atas keteledoran yang dilakukan mereka kepada pihak keluarga.

Namun pihak keluarga saat dihubungi melalui sambungan WA dengan team media membantah telah adanya perwakilan Rumah Sakit Annisa yang meminta maaf terkait masalah kesalahan ketik data jenis kelamin atas pasien bernama Bapak Mina, ” Gak ada pa, gak ada yang minta maaf kekita tuh dari pihak Rumah Sakit, itu juga kalau gak di protes sama kita gak bakal itu dirobah. Yang lucu sore kemarin (6/8/2020) Pak, katanya datanya udah dirubah ditanggal 3 Agustus, tapi kenyataannya waktu Bapak Mina minta baju ke kita, kita anter baju sama roti dan dititip ke Suster, masa Suster malah nganternya baju perempuan, memang gak lama diambil lagi Pak sama suster alasannya ketuker sama pasien belakang,” ungkap ponakan dari Bapak Mina, dengan nada sedikit kecewa.

Saat ditemui terpisah Yudiyanto yang merupakan Humas IWO Jawa Barat menyayangkan hal kejadian salah ketik identitas data kelamin tersebut, ” Kesalahan ketik atau data dari sebuah instansi yang bernama Rumah Sakit itu sangat berbahaya dan sangat fatal, apalagi klo benar informasinya dengan mudahnya mengganti atau merevisi hal tersebut, padahal infonya pasien masuk di RS. Annisa itu tanggal 21 Juli, sementara revisi baru tanggal 3 Agustus, Itu 14 hari loh’ kan aneh. Mestinya dari jauh hari sudah terdeteksi kalau itu salah, apa mungkin mereka gak paham itu salah?. Nah sekarang dengan enaknya tanpa mengklarifikasi terperinci dan permohonan maaf secara langsung atau tertulis, dan tanpa adanya tembusan ke instansi dan dinas terkait, mereka menggantinya dengan mudah, dan jangan lupa Surat itu kalau saya lihat di tanda tangani langsung oleh Direkturnya, berarti Direktur juga harus jadi bagian yang bertanggung jawab atas kesalahan ketik ini. Jangan lupa ini tentang Covid loh, jangan main main Rumah Sakit, ini bukan saja jadi isu nasional tapi isu Dunia,” jelasnya.

” Saran Saya untuk Rumah Sakit Annisa buat permohonan maaf tertulis kepada pasien dan keluarga, biar fear,” pungkasnya. (red)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments